BANJARMASIN, RAKYAT BERITA.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi melaksanakan kegiatan survei manajemen bencana di Desa Aranio, Kecamatan Tiwingan Lama, Kabupaten Banjar.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh aparat desa yang turut mendukung pelaksanaannya, Senin (13/4/2026).
Ketua kelompok, Ahmad Ramadhani, melakukan wawancara dengan warga setempat terkait potensi dan riwayat bencana yang terjadi di wilayah tersebut. Salah satu narasumber, Julpani selaku Kepala Desa, menyampaikan bahwa bencana yang paling sering terjadi di daerah mereka adalah banjir dan tanah longsor.
Ia menyebutkan bahwa banjir pernah terjadi pada tahun 2006 dan mencapai kondisi paling parah pada tahun 2021. Selain itu, tanah longsor juga terjadi pada tahun 2021 dan kembali terjadi pada Desember 2025.
Menurut Julpani, banjir yang terjadi bukan semata-mata disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah, melainkan karena banyaknya sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung wisata. Hal ini disebabkan karena Kecamatan Tiwingan Lama merupakan daerah yang berdekatan dengan kawasan wisata.” kata Julpani
Ia juga menambahkan bahwa kendala utama dalam pengelolaan sampah adalah kurangnya sumber daya manusia, khususnya tenaga kebersihan. Sementara itu, tanah longsor terjadi akibat kondisi tanah yang gersang saat musim kemarau, kemudian disusul hujan deras secara tiba-tiba.
Upaya pencegahan dari pemerintah sebenarnya pernah direncanakan, seperti pembangunan siring di area pinggir tanah untuk mengurangi risiko longsor. Namun, hingga saat ini rencana tersebut belum terealisasi.
Melalui kegiatan survei manajemen bencana ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin berupaya membantu masyarakat dalam menghadapi potensi banjir dan tanah longsor dengan menyusun peta bencana yang memuat titik-titik rawan di wilayah tersebut.
Pembuatan peta bencana ini sangat diharapkan oleh Ketua RT dan aparat desa setempat. Mereka berharap peta yang dihasilkan tidak hanya mencakup satu jenis bencana, tetapi juga mencakup kedua potensi utama di wilayah tersebut, yaitu banjir dan tanah longsor. (Wandi)
Mahasiswa UMB Lakukan Survei Manajemen Bencana di Desa Aranio






