‎GOR Baturaja Memprihatinkan, Pansus III Soroti Minimnya Perawatan Aset Olahraga

BATURAJA, RAKYAT BERITA.COM – Kondisi aset olahraga di Kabupaten OKU menjadi perhatian serius Pansus III DPRD dalam pengawasan komprehensif LKPJ 2025. Sejumlah fasilitas olahraga ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan tidak layak digunakan.

‎Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah Gedung Olahraga (GOR) Baturaja. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat kegiatan olahraga ini justru mengalami kerusakan di berbagai bagian penting.

‎Dari hasil peninjauan, lantai lapangan GOR mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi ini tentu membahayakan pengguna serta mengurangi kenyamanan dalam berolahraga.

‎Ketua Pansus III, Densi Hermanto, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia menilai bahwa perawatan aset daerah masih sangat lemah dan belum menjadi prioritas.

‎“Ini aset daerah yang harusnya dijaga. Kalau dibiarkan seperti ini, kerusakan akan semakin parah,” ujar Densi Hermanto.

‎Selain kerusakan lantai, fasilitas pendukung seperti MCK juga tidak memenuhi standar. Hal ini semakin memperburuk kondisi GOR yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat.

‎Penerangan di dalam gedung juga sangat minim. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas olahraga, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna.

‎Tak hanya GOR, Stadion Madya Kemiling juga membutuhkan perhatian serius. Stadion tersebut dinilai memerlukan revitalisasi menyeluruh agar dapat kembali digunakan secara optimal.

‎Pansus III juga menyoroti kurangnya perhatian terhadap pemeliharaan rutin. Banyak fasilitas yang rusak akibat tidak adanya perawatan yang berkelanjutan dari pihak terkait.

‎Densi Hermanto menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera melakukan evaluasi. Ia menilai bahwa pengelolaan aset olahraga perlu dilakukan secara profesional dan berkelanjutan.

‎“Kita tidak bisa terus membiarkan aset daerah terbengkalai. Harus ada langkah nyata untuk perbaikan,” tegasnya.

‎Rekomendasi yang diberikan Pansus III mencakup perbaikan fasilitas, peningkatan anggaran pemeliharaan, serta pengelolaan yang lebih terstruktur.

‎Dengan perbaikan yang tepat, diharapkan fasilitas olahraga di OKU dapat kembali dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. (Win)