BATURAJA, RAKYAT BERITA.COM – Pelayanan kesehatan di Kabupaten OKU menjadi salah satu fokus pengawasan Pansus III DPRD dalam pembahasan LKPJ 2025. Sejumlah permasalahan ditemukan di lapangan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah belum tersedianya layanan ambulans gratis di seluruh kecamatan. Hal ini dinilai menghambat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Dari total 13 kecamatan, masih banyak yang belum memiliki fasilitas ambulans gratis. Kondisi ini tentu sangat merugikan masyarakat.
Ketua Pansus III, Densi Hermanto, menilai bahwa pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ini tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Selain ambulans, ketersediaan Puskesdes juga belum merata. Beberapa wilayah masih belum memiliki fasilitas kesehatan dasar yang memadai.
Hal ini menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama di daerah yang jauh dari pusat kota.
Pansus III menilai bahwa perencanaan pembangunan di sektor kesehatan masih perlu ditingkatkan agar lebih merata.
Densi Hermanto menegaskan pentingnya pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten OKU.
“Jangan sampai ada masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan hanya karena keterbatasan fasilitas,” tegasnya.
Dampak dari kondisi ini cukup serius, mulai dari keterlambatan penanganan medis hingga meningkatnya risiko kesehatan masyarakat.
Pansus III merekomendasikan penambahan ambulans gratis serta pembangunan fasilitas kesehatan di wilayah yang belum terjangkau.
Dengan langkah tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan di Kabupaten OKU dapat lebih merata dan optimal bagi seluruh masyarakat. (Win)
Pelayanan Kesehatan Belum Merata, Pansus III Soroti Minimnya Ambulans Gratis






