‎Jalan Akmal Baturaja Disulap Jadi Pasar di Atas Aspal, Dikecam Netizen : Di Mana Penegakan Perda?

BATURAJA, Rakyat Berita.com  – Wajah tata kota Kecamatan Baturaja Timur kian semrawut. Jalan Akmal, yang sejatinya merupakan akses publik, kini secara terang-terangan diokupasi oleh ratusan pedagang kaki lima (PKL). Fenomena alih fungsi jalan raya menjadi pasar tumpah ini viral di media sosial dan memancing amarah warga.

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, pelanggaran tata tertib umum ini terjadi setiap hari, mulai dari waktu subuh hingga pukul 07.45 WIB. Badan jalan—mulai dari Tugu Batu hingga depan ruko eks Bank Danamon—nyaris lumpuh total.

‎Para pedagang dengan leluasa menggelar lapak di aspal, menjajakan sayuran, ikan, hingga barang pecah belah. Hak pengguna jalan dirampas, digantikan oleh hiruk-pikuk transaksi jual beli yang tidak pada tempatnya.

‎Kondisi “anarki” tata kota ini mencuat ke publik setelah diunggah oleh akun TikTok @agusdavidson3 pada Kamis, 25 Desember 2025. Dalam video berjudul “Badan Jalan Sudah Seperti Pasar Kota Baturaja”, terlihat jelas bagaimana badan jalan telah berubah fungsi total.

‎Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah ditonton 17k memancing reaksi keras dengan 328 tanda suka dan 219 komentar yang mayoritas bernada kecaman.

‎Warga Kecam Lemahnya Penegakan Hukum
‎Reaksi netizen di kolom komentar video tersebut merefleksikan hilangnya kepercayaan publik terhadap ketegasan pemerintah daerah.

‎Akun @Muda Jaya menyoroti ketidakberdayaan aparat dalam menegakkan Perda. “Beginilah nasib Kota Baturaja, seperti tidak ada penegak aturan. Terkesan kumuh,” tulisnya tajam.

‎Kritik lebih pedas dilontarkan akun @user61887730709492. Dengan nada sarkasme tinggi, ia menyindir keberadaan aparat yang justru terkesan membiarkan pelanggaran tersebut. “Enak sekarang belanja tidak susah masuk los lagi. Pedagang sudah berhamburan buka lapak di jalan. Malah dijaga oleh Pol PP, aman enggak ada copet,” sindirnya.

‎Sementara itu, akun @nang menyinggung sejarah prestasi Baturaja yang kini tercoreng. Ia membandingkan masa jaya Baturaja saat meraih penghargaan lingkungan hidup dengan kondisi saat ini yang memprihatinkan.

‎”Dulu Kota Baturaja pernah mendapat Kalpataru. Nah sekarang Baturaja menjadi KOTA KUMUH. Masalah pedagang kaki lima saja Pemerintah Kabupaten OKU tidak bisa mengatasinya, apalagi masalah yang lain,” kecamnya.

‎Viralnya kondisi Jalan Akmal ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten OKU. Masyarakat kini menanti tindakan represif dan solutif dari aparat terkait untuk mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya, bukan membiarkannya menjadi simbol kekumuhan kota. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *