‎Perombakan Besar 37 ASN OKU Dimutasi, Bupati Teddy Ingatkan Jangan Kejar Jabatan

BATURAJA, Rakayat Berita.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebanyak 37 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Jabatan Fungsional Tertentu resmi dilantik pada Jumat.

‎Di antara pejabat yang mengalami pergeseran, Joni Saihu yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga kini dipercaya mengemban tugas baru di Dinas Pertanian OKU. Sementara itu, Khairudin Albar, S.STP, yang sebelumnya Camat Baturaja Timur, kini menduduki posisi Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda OKU.

‎Mutasi juga membawa angin segar bagi beberapa pejabat muda. Yulian Syahputra, S.STP, yang sebelumnya menjabat Lurah Sukaraya mendapat promosi sebagai Camat Muara Jaya. Selain itu, Ahmad Yamin, yang sebelumnya Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, dipindahkan sebagai Sekcam Peninjauan.

‎Dalam sambutannya, Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.STP, MM, M.Pd, menegaskan bahwa rotasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyusun struktur organisasi yang lebih profesional dan adaptif. Ia menekankan bahwa setiap pimpinan mulai dari kepala dinas hingga lurah harus memiliki kompetensi dan tanggung jawab tinggi agar pelayanan publik semakin optimal.

‎Teddy juga mengingatkan bahwa jabatan bukanlah sesuatu yang perlu dikejar secara berlebihan. Menurutnya, amanah tersebut akan datang pada waktunya apabila ASN bekerja dengan baik, profesional, dan loyal terhadap pimpinan.

‎“Jaga amanah dan tanggung jawab dengan baik. Laksanakan pekerjaan dengan tekun dan benar, maka jabatan yang lain akan datang dengan sendirinya,” tegasnya.

‎Ia juga menekankan pentingnya integritas, termasuk menjauhkan diri dari tindakan yang berpotensi melanggar hukum.

‎“Kepada pejabat yang baru dilantik, tingkatkan integritas dan loyalitas. Gunakan jabatan sebaik-baiknya, jangan sampai disalahgunakan,” pesan Teddy.

‎Bupati turut mengingatkan bahwa pemimpin era modern harus mampu memberikan contoh, bukan sekadar memberi perintah. Ia berharap para pejabat mampu melakukan manajemen yang baik, sehingga staf dapat bekerja tanpa harus disuruh dan memahami tupoksinya masing-masing.

‎“Ke depan, tunjukkan kinerja terbaik. Jika baik, jabatan itu akan datang tanpa harus diminta,” tutup Teddy. (Win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *