BATURAJA, RAKYAT BERITA.COM – Suasana berbeda tampak di Kedai Kamtibmas Polres OKU yang berada di Jalan BLL Kulon, tepat di belakang Kantor DPRD OKU, Jumat (5/6/2026). Puluhan driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam komunitas Ojek Kresna Bersatu terlihat duduk santai sambil menyeruput kopi bersama personel Sat Intelkam Polres Ogan Komering Ulu (OKU).
Kegiatan bertajuk “Ngopi Bareng Kamtibmas” tersebut merupakan program yang digagas Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui Kasat Intelkam AKP Budiyono sebagai upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, khususnya para pengemudi ojol yang setiap hari beraktivitas di berbagai sudut Kota Baturaja.
Kasat Intelkam Polres OKU AKP Budiyono mengatakan, para driver ojol memiliki peran strategis sebagai mitra kepolisian karena sering berada di lapangan dan mengetahui kondisi keamanan di lingkungan sekitar.
“Ngopi bareng ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin mendengar langsung keluh kesah, masukan, serta informasi dari teman-teman ojol. Mereka mengetahui titik-titik rawan dan perkembangan situasi di masyarakat,” ujar AKP Budiyono.
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, personel Sat Intelkam juga memberikan edukasi mengenai berbagai modus kejahatan yang marak terjadi, seperti penipuan online, pencurian kendaraan bermotor, serta pentingnya memanfaatkan layanan pengaduan cepat melalui hotline 110.
Tak hanya berdiskusi soal keamanan, kegiatan juga diramaikan dengan pembagian doorprize dan jaket kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif mereka dalam menjaga situasi kamtibmas.
“Semoga hadiah sederhana ini bermanfaat dan semakin mempererat sinergi antara kepolisian dan para driver ojol,” tambah AKP Budiyono.
Edi, salah satu driver ojol yang berhasil membawa pulang doorprize berupa helm, mengaku senang dengan kegiatan tersebut.
“Ngobrolnya santai, tidak tegang. Kami jadi tahu kalau polisi juga mau mendengar suara kami. Apalagi dapat hadiah, tentu sangat senang,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama serta ajakan untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban Kota Baturaja secara bersama-sama. Selain itu, peserta juga menerima stiker hotline 110 sebagai sarana pelaporan cepat apabila menemukan gangguan keamanan maupun tindak kriminal di lapangan. (Red)






