BATURAJA, RAKYAT BERITA.COM – Upaya memperkuat kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kembali menjadi perhatian DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Panitia Khusus (Pansus) III DPRD OKU melakukan kunjungan kerja ke Perumda Tirta Raja, Selasa, 21 Juli 2026.
Agenda tersebut merupakan bagian dari pembahasan Rancangan
Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (RPPA) Tahun Anggaran 2025. Kunjungan lapangan itu dimaksudkan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perusahaan daerah yang selama ini menjadi salah satu penopang pelayanan air bersih sekaligus diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Pansus III DPRD OKU, Densi Hermanto, mengatakan kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk pengawasan legislatif terhadap kinerja perusahaan daerah. Menurut dia, Perumda Tirta Raja memiliki peran strategis sebagai BUMD yang harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, DPRD ingin melihat secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan operasionalnya.
”Kami datang untuk melihat langsung kondisi Perumda Tirta Raja sebagai bagian dari pembahasan RPPA Tahun 2025. Harapannya, perusahaan ini dapat terus berkembang dan menjadi salah satu motor peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten OKU,” kata Densi Hermanto di hadapan jajaran direksi dan manajemen Perumda Tirta Raja.

Selain mengevaluasi kinerja perusahaan, Pansus III juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang lebih erat antara DPRD dan Perumda Tirta Raja sebagai mitra kerja pemerintah daerah. Menurut Densi, sinergi yang baik akan memudahkan penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini muncul, baik dalam aspek pelayanan publik maupun pengembangan usaha. Ia menyebut komunikasi yang terbuka menjadi modal utama untuk menciptakan kebijakan yang tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, Pansus III menyampaikan sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian manajemen Perumda Tirta Raja. Salah satunya ialah perlunya meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai berbagai kebijakan perusahaan, termasuk perubahan sistem pelayanan maupun mekanisme pembayaran. Legislator menilai masih banyak pelanggan yang belum memperoleh informasi secara utuh sehingga memunculkan kesalahpahaman di lapangan.
Pansus III juga menerima berbagai laporan mengenai keluhan masyarakat terkait pencatatan penggunaan air bersih. Sejumlah pelanggan masih mempertanyakan akurasi hasil pencatatan meter air yang dinilai tidak selalu sesuai dengan kondisi penggunaan di lapangan. Persoalan tersebut, menurut anggota dewan, perlu segera dibenahi melalui sistem yang lebih modern, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tetap terjaga.
Direktur Perumda Tirta Raja, H. Bertho Darmo Poedjo Asmanto, menjelaskan bahwa perusahaan memang sempat menghadapi persoalan serius akibat kerusakan sekitar 2.000 unit water meter pelanggan. Ia mengatakan biaya penggantian setiap meter air diperkirakan mencapai sekitar Rp500 ribu sehingga membutuhkan anggaran yang cukup besar. Namun, kata Bertho, perusahaan kini telah memperoleh bantuan sebanyak 1.500 unit water meter yang secara bertahap mulai dipasang kepada pelanggan.
”Saat ini kami sudah menggunakan sistem pencatatan water meter secara digital agar proses pencatatan lebih akurat, transparan, dan meminimalkan kesalahan yang selama ini dikeluhkan pelanggan,” ujar Bertho. Ia menambahkan, transformasi digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mempercepat proses pengawasan terhadap penggunaan air bersih di seluruh wilayah layanan Perumda Tirta Raja.
Bertho juga menyampaikan bahwa dari sisi kapasitas produksi, perusahaan masih memiliki peluang untuk melakukan ekspansi layanan. Menurutnya, sumber produksi air yang tersedia saat ini masih memungkinkan adanya penambahan jumlah pelanggan baru. Meski demikian, pengembangan jaringan distribusi tetap harus dilakukan secara bertahap agar kualitas pelayanan kepada pelanggan lama tidak terganggu dan kemampuan produksi tetap berada pada tingkat yang optimal.
Kunjungan kerja tersebut dihadiri Ketua Pansus III Densi Hermanto, Wakil Ketua Yeri Ferdiansyah, serta anggota Tulus Johan Effendi, Yoelandre Pratama Putra, Hendro Saputra Jaya, Dina Ristika, Sujarwo, dan Drs. B. Maryono. Turut mendampingi Kabag H. M. Muslim SH MS dan Tenaga Ahli Rodi Hartono. Dari pihak Perumda Tirta Raja hadir Direktur H. Bertho Darmo Poedjo Asmanto MBA bersama jajaran manajemen diantaranya, Pj. Senior Vice President Technic Yasdi Rahman SE, Senior Strategic Advisor for Corporate Services dan Business Hadri, ST, Pj. Technic 1 General Manager Ipong Sastrawan, ST, Pj. Finance dan HCAGA General Manager Deni Saputra SE, serta Marketing Communication dan IT Manager Billy Fernando SE, dan Pj. Distribution dan NRW Manager Adam Ghozali ST MM. (Win)
Pansus III DPRD OKU ke Tirta Raja, Evaluasi Kinerja dan Pelayanan






