‎Ramadhan Penuh Kebersamaan, Pemuda Dayak dan Laung Kuning Banjar Perkuat Silaturahmi ‎

BANJARMASIN, RAKYAT BERITA.COM – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Markas Besar Laung Kuning Banjar pada Minggu (7/3/2026) sore. Puluhan anggota Pemuda Dayak Kota Banjarmasin berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung penuh keakraban.

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi budaya antara komunitas Dayak dan Banjar di bulan suci Ramadhan.

‎Kedatangan rombongan Pemuda Dayak dipimpin langsung oleh Apri Wilianto dari Perkumpulan Pemuda Dayak Kota Banjarmasin. Ia menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan oleh pengurus Laung Kuning Banjar.

‎“Terima kasih atas undangan istimewa ini. Saya siap memimpin saudara-saudara untuk bersinergi dalam melestarikan budaya Dayak dan Banjar, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” ujar Apri Wilianto saat tiba di lokasi.

‎Puluhan anggota Pemuda Dayak tampak memenuhi markas dan duduk lesehan di atas tikar anyaman rotan. Suasana kekeluargaan begitu terasa saat mereka saling bercengkerama dan bertukar cerita ringan sambil menunggu waktu berbuka puasa. Gelak tawa dan obrolan hangat menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.

‎Tuan rumah juga menyiapkan berbagai hidangan khas untuk berbuka. Mulai dari kurma segar sebagai pembuka puasa, ketupat kandangan dengan kuah santan gurih, sate ayam berbumbu kacang, ayam goreng renyah, hingga minuman segar seperti es cendol dan es cincau yang menambah kesegaran setelah seharian berpuasa.

‎Saat azan Maghrib berkumandang, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti doa bersama yang dipimpin pengurus Laung Kuning Banjar. Setelah itu, mereka menikmati hidangan berbuka dengan penuh rasa syukur.

‎Di sela-sela kegiatan, Apri Wilianto juga berdiskusi mengenai berbagai rencana kolaborasi budaya, seperti workshop kerajinan rotan, pengembangan usaha kreatif masyarakat Dayak, hingga rencana festival adat yang dapat mempererat hubungan antar komunitas di Banjarmasin.

‎Acara yang berlangsung hampir satu jam tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan doa penutup. Momen ini meninggalkan kesan mendalam tentang persatuan, kebersamaan, serta komitmen menjaga nilai budaya di tengah keberagaman masyarakat Banjarmasin. (Wandi)