‎Bupati OKU Jemput Dukungan BPKH, Penguatan PDAM Tirta Raja dan TPST RDF Segera Direalisasikan

BATURAJA, Rakyat Berita.com — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya sektor air bersih dan pengelolaan sampah terpadu, melalui penjajakan kerja sama strategis dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

‎Meski di tengah masa libur, Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah tetap bergerak cepat dengan menemui langsung Direktur Investasi BPKH, DR. Indra Gunawan, di Jakarta, Jumat (26/12/2026), untuk membahas peluang pendanaan bagi penguatan PDAM Tirta Raja dan pembangunan TPST RDF.

‎“Ini bagian dari ikhtiar kami untuk memastikan masyarakat OKU mendapatkan pelayanan air bersih yang layak serta lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Kita tidak boleh berhenti hanya karena hari libur,” tegas Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah.

‎Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana pembangunan dua Water Treatment Plant (WTP) baru oleh PDAM Tirta Raja masing-masing di Tanjung Agung berkapasitas 50 liter per detik dan Sekarjaya 60 liter per detik, dengan estimasi kebutuhan dana mencapai sekitar Rp110 miliar.

‎Selain sektor air minum, kerja sama juga diarahkan pada pembiayaan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dengan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) yang produknya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif industri, termasuk PT Semen Baturaja.

‎Direktur Utama PDAM Tirta Raja, H. Bertho Darmo Poedjo Asmanto, menyatakan kesiapan pihaknya menindaklanjuti arahan tersebut. “Kami siap memenuhi seluruh persyaratan yang diminta BPKH agar kerja sama ini bisa segera direalisasikan demi peningkatan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

‎Sementara itu, Direktur Investasi BPKH DR. Indra Gunawan menyambut baik inisiatif Pemkab OKU dan menilai program tersebut sejalan dengan prinsip investasi berkelanjutan. “Kami melihat potensi besar dari sektor air bersih dan pengelolaan sampah terpadu ini, baik dari sisi manfaat sosial maupun keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

‎Pertemuan berlangsung hangat dan konstruktif, bahkan diwarnai nostalgia karena Bupati OKU dan Direktur Investasi BPKH pernah tinggal di kawasan yang sama di Jakarta Selatan pada era 1980-an, sehingga komunikasi berjalan lebih cair dan akrab.

‎Bupati OKU pun meminta seluruh jajaran terkait, termasuk PDAM Tirta Raja, Bappelitbangda, dan dinas teknis lainnya untuk segera mempersiapkan seluruh dokumen dan persyaratan administrasi agar rencana kerja sama dengan BPKH dapat segera ditindaklanjuti secara konkret. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *