BATURAJA, Rakyat Berita.com – Menindaklanjuti ketentuan Kementerian Dalam Negeri mengenai evaluasi tahunan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang wajib dilaksanakan paling lambat November, Perumda Tirta Raja OKU menggelar rapat evaluasi kinerja dan penyesuaian tarif di Aula Serbaguna, Jumat. Rapat tersebut turut menghadirkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis, LSM, hingga akademisi sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan publik.
Direktur Perumda Tirta Raja, Drs. Bertho Darmo Poedjo Asmanto, MBA, menjelaskan bahwa sebagai BUMD, pihaknya memiliki dua tanggung jawab utama, yakni memberikan pelayanan publik dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menyebutkan, mayoritas peserta rapat memberikan dukungan atas penyesuaian tarif air minum yang telah diberlakukan beberapa waktu lalu.
“Setelah penyesuaian tarif, banyak peningkatan yang berhasil kami lakukan. Mulai dari kualitas air yang lebih baik, pembaruan pompa produksi dan pipa distribusi, pemasangan valve, layanan mobil tangki, water meter, hingga sistem mobile meter reading,” ujarnya.
Bertho merinci, dari realisasi pendapatan setelah penyesuaian tarif, sebanyak 72 persen digunakan untuk peningkatan pelayanan pelanggan dan 28 persen untuk biaya pegawai. Dana tersebut turut dialokasikan untuk pengadaan delapan unit pompa dalam kota, satu unit booster pompa distribusi, dua mobil tangki, serta satu mobil pick-up operasional. Selain itu, Perumda juga membeli 550 unit water meter dan tengah memproses pengadaan 500 unit tambahan.
Dengan berbagai pembenahan itu, Tirta Raja kini dapat melakukan pengurasan Water Treatment Plant (WTP) secara rutin setiap tiga bulan. “Hasilnya, kualitas air lebih bersih, durasi pengaliran meningkat, dan kinerja keuangan ikut membaik,” tambahnya.
Perumda Tirta Raja menargetkan laba sebesar Rp 1,7 miliar pada tahun 2025. Namun Bertho mengingatkan bahwa jika tarif air diturunkan kembali, kondisi keuangan berpotensi terganggu. “Penurunan tarif 1 persen bisa menyebabkan kerugian Rp 300 juta, sementara 2 persen dapat mencapai Rp 900 juta,” tegasnya.
Evaluasi ini diharapkan menjadi pijakan penguatan pelayanan air bersih yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat OKU. (Red)
Evaluasi Tahunan BUMD: Tirta Raja Optimis Raup Laba Rp 1,7 Miliar di 2025






