BATURAJA, RAKYAT BERITA.COM – Masyarakat di wilayah Ogan Komering Ulu diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan digital yang beredar melalui pesan singkat dan media sosial. Aksi tersebut dilaporkan menyebar lewat aplikasi perpesanan WhatsApp, pesan inbox Facebook, hingga pesan langsung ke nomor pribadi warga.
Modus yang digunakan pelaku terbilang sederhana namun efektif. Pelaku mengirim pesan dengan kalimat persuasif seperti permintaan pinjaman uang dengan alasan saldo rekening belum bisa digunakan. Pesan itu tampak meyakinkan karena dikirim seolah-olah berasal dari kontak yang dikenal korban. Padahal, kuat dugaan akun atau nomor tersebut telah diretas atau disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Herlan, Selaku Aktivis OKU mengungkapkan bahwa pesan serupa telah diterima sejumlah rekannya dan kini beredar luas di lingkungan pertemanan. Ia menegaskan pentingnya sikap hati-hati sebelum merespons permintaan uang melalui pesan elektronik.
“Masyarakat jangan langsung percaya. Lakukan verifikasi terlebih dahulu, misalnya dengan panggilan video atau menghubungi nomor asli yang bersangkutan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan beberapa langkah pencegahan agar masyarakat tidak menjadi korban. Di antaranya, tidak terburu-buru mentransfer uang, memastikan identitas pengirim, serta segera memblokir nomor mencurigakan dan melaporkannya kepada pihak berwenang.
Secara hukum, praktik penipuan melalui media elektronik termasuk pelanggaran serius. Tindakan tersebut dapat dijerat ketentuan pidana berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Pelaku terancam hukuman penjara maupun denda sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Herlan juga menegaskan bahwa apabila ada pesan permintaan uang yang mengatasnamakan dirinya tanpa konfirmasi langsung, maka hal tersebut merupakan tindakan pencatutan identitas di luar tanggung jawabnya.
Ia berharap masyarakat semakin bijak, teliti, dan tidak mudah terpancing oleh pesan yang memanfaatkan kedekatan emosional sebagai alat manipulasi. Kewaspadaan kolektif dinilai menjadi kunci utama memutus rantai penipuan digital yang kini kian marak terjadi di berbagai daerah. (Red)
Warga OKU Diminta Waspada, Modus WA Pinjam Uang Marak






